kurikulum

11 Dec

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kurikulum

Kata” kurikulum” berasal dari satu bahasa latin yang berarti “jalur pacu”dan secara tradisional, kurikulum sekolah disajikan seperti itu (ibarat jalan ) bagi kebanyakan orang (Zais,1976:6). Lebih lanjut Zais mengemukakan berbagai pengertian kurikulum yakni :
1. Kurikulum sebagai program belajar
2. Kurikulum sebagai isi pelajaran.
3. Kurikulum sebagai pengalaman belajar yang direncanakan.
4. Kurikulum sebagai pengalaman dibawah tanggung jawab sekolah.
5. Kurikulum sebagai suatu rencana (tertulis) untuk dilaksanakan.
Sedangkan menurut Tanner (1980) mengemukakan konsep-konsep :
1. Kurikulum sebagai pengetahuan yang diorganisasikan
2. Kurikulum sebagai modus mengajar.
3. Kurikulum sebagai arena pengalaman.
4. Kurikulum sebagai pengalaman.
5. Kurikulum sebagai pengalaman belajar terbimbing.

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran (peserta didik) dalam satu periode jenjang pendidikan.Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut.
Lama waktu dalam suatu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sitem pendidikan yang dilaksanakan.Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.
Di Indonesia istilah kurikulum boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan yang dipopulerkan oleh mereka yang memperoleh penddikan di Amerika Serikat .Sebelumnya yang lazim digunakan ialah “rencana pelajaran” pada hakikatnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran.Dalam tiori praktik, pengertian kurikulum yang lama sudah banyak ditinggalkan.Para ahli-ahli pendidikan kebanyakan memberi arti atau istilah yang lebih luas.Perubahan itu terjadi karena ketidak puasan dengan hasil pendidikan di sekolah dan ingin selalu memperbaiki.Selain itu yang mempengaruhi perubahan dari makna atau arti kurikulum adalah perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang dapat mengubah perkembangan dan kebutuhan masyarakat.Disamping itu banyak timbul pendapat-pendapat baru,tentang hakikat dan perkembangan anak,cara belajar, tentang masyarakat dan ilmu pengetahuan yang memaksa diadakannya perubahan dalam kurikulum.Pengembangan kurikulum adalah proses yang tak hentinya ,yang harus dilakukan secara kontinu.
Dibawah ini beberapa kurikulum menurut beberapa para ahli kurikulum :
1. J.Galen Taylor dan William M.Alexsander dalam buku curriculum planning for better teaching and learning (1956).Menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut “segala ussaha untuk mempengaruhi anak belajar, apakah dalam ruang kelas,di halaman sekolah atau diluar sekolah termasuk kurikulum.Kurikum meliputi juga apa yang disebut kegiatan exstrakurikuler.
2. William B Ragan,dalam buku modern elementary curriculum (1966) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut :
• Ragan menggunakan kurikulum dalam arti luas,yang meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah, yakni segala pengalaman anak dibawah tanggu jawab sekolah
• Kurikulum tidak hanya meliputi bahan pelajaran tetapi meliputi seluruh kehidupan dalam kelas.Jadi hubungan sosial antara guru dan murit,metode pelajaran,cara maengevaluasi termasuk kurikulum.
3. Edward A,Krug dalam secondary school curriculum (1960)menunjukkan pendirian yang terbatas tapi realitas tentang kurikulum.,kurikulum dilihat sebagai cita-cita dan usaha untuk mencapai tujuan persekolahan.

Barbagai tafsiran tentang kurikulum dapat kita tinjau dari segi lain,sehingga kita peroleh penggolongan sebagai berikut:
a. Kurikulum dapat dilihat sebagai produk,yakni sebagai hasil karya para pengembangan kurikulum ,biasanya dalam suatu panitia
b. Kurikulum yang pula di pandang sebagai program,yakni alat yang dilakukan oleh sekolah untuk mencapai tujuanya.
c. Kurikulum dapat pula di pandang sebagai hal-hal yang diharapkan akan dipelajari siswa,yakni pengetahuan,sikap,keterampilan tertentu.
d. Kurikulum sebagai penaglaman siswa.

B. Komponen Kurikulum

Salah satu fungsi kurikulum adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang pada dasarnya kurikulum memiliki komponen pokok dan komponen penunjang yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Komponen merupakan suatu system dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain, sebab kalau satu komponen saja tidak ada atau tidak berjalan sebagaimana semestinya.

Sebelum melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum, seorang pengembang trelebih dahulu mengenal komponen atau elemen atau unsur kurikulum.Salah satu fungsi komponen kurikulum ialah sebagai alat untuk menjapai tujuan pendidikan yang pada dasarnya kurikulum memiliki komponen penunjang yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lainnya dalam rangka tujuan tersebut.Komponen merupakan suatu sistem dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak dipisahkan satu sama lainnya,sebab kalau satu komponen saja tidak ada atau tidak berjalan sebagai mana mestinya.
Para ahli berbeda pendapat dalam menetapkan komponen-komponen kuriklum .Ada yang mengenukakan lima komponen kurikulum dan ada yang mengungkapkan hanya empat komponen kurikulum.
Nani Sy.Sukamadinata (1988:110).Mengemukakan empat komponen dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah tujuan,isi atau materi,proses atau sistem penyampaian,serta evaluasi:
1. Tujuan.Tujuan sebagai komponen kurikulum merupakan kekuatan-kekuatan pundamental yang peka sekali,karena hasil kurikulum yang diinginkan tidak hanya sangat mempengaruhi bentuk kurikulum,memberikan arah dan pokus untuk seluruh program pendidikan.
2. Materi atau pengalaman belajar.Hal yang merupakan fungsi khusus dari kurikulum pendidikan formal adalah memilih dan menyusun isi (komponen kedua dari kurikulum ) supaya kenginan tujuan kurikulum dapt diapai dengan cara paling efektif dan supaya pengetahuan paling penting yang dinginkan pda jalurnya dapat disajikan secara efektif.
3. Organisasi.Perbedaan antara belajar di sekolah dan belajar di dalam kehidupan adalah dalam hal pengorganisasian secara pormal disekolah.Jika kurikulum merupakan suatu rencana untuk belajar maka isi dan pengalaman belajar membutuhkan pengorganisasian sedemikian rupa sehingga berguna bagi tujuan-tujuan pendidikan.
4. Evaluasi merupakan komponen keempat dari kurikulum,mungkin merupakan aspek kegiatan yang dipandang paling kecil.Evaluasi ditujukan untuk melakukan evaluasi teradap belajar sisiwa (hasil dan proses) maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran.

Sementara Soemanto (1982) mengemukakan ada 4 komponen kurikulum yaitu :
(1) Objective (tujuan)
(2) Knowledges (isi atau materi)
(3) Scholl learning experiences (interaksi belajar mengajar sekolah)
(4) Evaluation (penilaian)

Demikian lah uraian tentang empat komponen kurikulum yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya,guru terlibat dan berperan dalam menyelaraskan empat komponen kurikulum tersebut.Keselarasan antara empat komponen kurikulum tersebut akan dapat dihasikan melalui pengembangan kurikulum yang memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.

C. Fungsi Kurikulum

Kurikulum dalam pendidikan memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:
a. Fungsi kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.Fungsi kurikulum dalam pendidikan tidak lain merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan dalam hal ini alat untuk menempa manusia yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan pendidikan. Pendidikan suatu bangsa dengan bangsa lain tidak akan sama karena setiap bangsa dan negara mempunyai filsafat dan tujuan pendidikan tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai segi,baik segi agama,idiologi,kebudayaan, maupun kebutuhan negara itu sendiri.Dengan demikian,di negara kita tidak sama dengan negara lain,untuk itu :
1. Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
2. Kurikulum merupakan merupakan program yang harus dilaksanakan oleh guru dan murid dalam proses belajar mengajar,guru mencapai tujuan-tujuan itu.
3. Kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar terlaksana proses belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
4.
b. Fungsi kurikulum bagi sekolah yang bersangkutan mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Kurikulum sebagai alat mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan .
2. Sebagai pedoman mengatur segala kegiatan sehari-hari di sekolah tersebut, fungsi ini meliputi :
a) Jenis program pendidikan yang harus dilaksanankan.
b) Cara menyelenggarakan setiap jenis program pendidikan.
c) Orang yang bertanggung jawab dan melaksanankan program pendidikan.
c. Fungsi kurikulum bagi guru tidak hanya berfungsi sebagai pelaksanan kegiatan kurikulum sesuai dengan kurikulum yang berlaku,tapi juga sebagai pengembangan kurikulum dalam rangka pelaksananan kurikulum tersebut.
d. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah,kurikulum merupakan barometer atau alat pengukur keberasilan program pendidikan di sekolah yang dipimpinya.Kepala sekolah dituntut untuk menguasai dan mengontrol,apakah kegiatan prose pendidikan yang dilaksanakan itu berpijak pada kurikulum yang berlaku.
e. Fungsi kurikulum bagi pengawas (supervisor) fungsi kurikulum dapat dijadikan sebagai pedoman,patokan atau ukuran atau menetapkan bagai mana ia memerlukan penyempurnaan atau perbaikan dalam usaha pelaksanaan kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan.
f. Fungsi kurikulum bagi masyarakat melalui kurikulum sekolah yang bersangkutan,masyarakat bisa mengetahui apakah pengetahuan, sikap, dan nilai serta keterampilan yang dibutuhknnya relefan atau tidak dengan kurikulum suatu sekolah.
g. Fungsi kurikulum bagi pemakai lulusan intansi atau perusahaan yang mempergunakan tenaga kerja yang baik dalam arti kuatitas dan kualitas agar dapat meningkatkan produktifitas.

D. Pengembangan Kurikulum
Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, didalamnya mencakup: perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran, tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. Dalam pengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan banyak orang, seperti : politikus, pengusaha, orang tua peserta didik, serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan.
Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum, dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya, sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. Dalam hal ini, Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip – prinsip umum : relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, praktis, dan efektivitas; (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar, prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran, dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum, yaitu :
1. Prinsip relevansi; secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi). Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis), tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis).
2. Prinsip fleksibilitas; dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik.
3. Prinsip kontinuitas; yakni adanya kesinambungandalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan.
4. Prinsip efisiensi; yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu, biaya, dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal, cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai.
5. Prinsip efektivitas; yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas.
Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, terdapat sejumlah prinsip-prinsip yang harus dipenuhi, yaitu :
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
2. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
5. Menyeluruh dan berkesinambungan. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.
6. Belajar sepanjang hayat. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya, yang justru tampaknya sering kali terabaikan. Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum
Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum, banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang di berikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam suatu periode jenjang pendidikan.Di Indonesia instilah “kurikulum” boleh dikatakan baru menjadi populer lima puluh tahun yang di populerkan oleh mereka yang memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Di Indonesia istilah kurikulum boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan yang dipopulerkan oleh mereka yang memperoleh penddikan di Amerika Serikat .Sebelumnya yang lazim digunakan ialah “rencana pelajaran” pada hakikatnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran.
B. SARAN
Dalam tugas Belajar dan Pembelajaran ini penulis membahas tentang ”Kurikulum”.Penulis berharap agar tugas Belajar dan Pembelajaran ini bermanfaat bagi pembaca yang membaca maupun yang mempelajarinya.
Penulis mengharapkan kritik dan saran kepada pembaca.Supaya tugas Belajar dan Pembelajaran ini dapat menjadi sempurna,penulis mengucapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

Syarif.A.Hamid.Pengembangan kurikulum,Pasuruan:Bauna Indah,1993.
Sukamadinata,Nana Syaadih,Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik,Bandung:PT Remaja Rosdakarya,1997.
Drs.Mudjiono dan Dr.Dimyati.Blajar dan Pembelajaran,Jakarta:PT Asdi Mahasatya,2006.
: http://www.kabar-pendidikan.blogspot.com/2011/04/pengertian-kurikulum.html http://www.kabar-pendidikan.blogspot.com/2011/04/komponen-kurikulum.html http://www.kabar-pendidikan.blogspot.com/2011/05/fungsi-kurikulum.html
Kompetisi menulis di Wikipedia bahasa jawa Papat limpad 2012 sebagai proyek kerja sama Wikipedia Indonesia dengan UI,UGM,Undip,Unnes,dan IKIP PGRI Semarang berlangsung 7 mei 2012 hingga April 2013

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan atas kehadiran Allah SWT,yang mana Allah telah melimpahkan rahmat dan karunianya,sehingga penulis dapat menyusun tugas Belajar dan Pembelajaran yang berjudul “Kurikulum”.Shalawat dan salam juga penulis anjung tinggikan untuk Nabi Muhammad SAW,yang telah membawa kita terlepas dari zaman kebodohan hingga kita mampu mencicipi dunia pendidikan seperti saat sekarang ini.
Dalam tugas ini penulis akan menguraikan beberapa pokok pembahasan,secara garis besar tugas ini membahas tentang “Kurikulum”.Penulis berharap tugas ini dapat dijadikan suatu acuan bagi pembaca nantinya,penulis telah mengemas masalah yang ada pada tugas ini dengan sebaik mungkin.Apa yang di buat oleh penulis ini dapat di manfaatkan sebaik mungkin.
Penulis masih merasa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan,untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca,semoga penulis dapat melakukan yang terbaik dikemudian harinya.

Padang, Juni2012

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumus Masalah

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Kurikulum.
B. Komponen-Komponen Kurikulum.
C. Fungsi Kurikulum.
D. Pengembangan Kurikulum.
E. Implikasi Kurikulum dalam dunia pendidikan
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut.
Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.
Dan dalam makalah ini membahas Kurikulum yang terdiri dari empat aspek yaitu :pengertian,fungsi,komponen, dan pengembangan kurikulum.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat di rumuskan masalah sebagai berikut:
A. Pengertian Kurikulum.
B. Komponen-Komponen Kurikulum.
C. Fungsi Kurikulum.
D. Pengembangan Kurikulum.
E. Implikasi kurikulum dalam dunia pendidikan

MAKALAH
BELAJAR dan PEMBELAJARAN
“KURIKULUM”

O
L
E
H

YORI APRAHMAN
NPM:11060303
SESI:H /11

Dosen Pembimbing:
Septya Suarja ,S.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP-PGRI PADANG SUMATERA BARAT
2012/2013

E.Implikasi Kurikulum Dalam Dunia Pendidikan
Dalam dunia pendidikan kurikulum adalah suatu sistem yang mengatur jalannya proses belajar dan pembelajaran.Seperti memberikan pedoman kepada guru yang mendidik agar materi yang di berikan sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa.
Kurikulum di sekolah sudah diberikan secara merata sesuai tingkat pendidikan di sekolah agar tewujudnya fisi dan misi pendidikan tersebut.
Untuk mengikuti perkembangan dan perubahan kurikulam setiap sekolah memang perlu waktu untuk mengesuaikan kurikulum yang ada.Contohnya siswa harus mengesuaikan diri dengan perkembangan kurikulum dan guru pun harus memberikan kurikulum kepada muridnya sesuai dengan tingkat-tingkatnya sekolah.
Seorang guru atau murid harus saling kerjasama dalam menjalankan kurikulum agar kurikulum berjalan dengan baik dan tidak ada hambatan.Murid pun dalam harus bekerjaka keras karena kurikulum tiap tahun nya berganti.
Sebagai contoh nya saja dari awalnya kurikulum 1968 sampai sekarang kurikum yang bernama KTSP yang dimana siswa nya harus berperan aktif dalam proses belajar dan pembelajaran.Oleh seringnya berganti kurikulum siswa pun menjadi bingung karena tidak tahu apa yang harus siswa tersebut.Dengan beganti-gantinya kurikulum tujuan pemerintah itu baik tapi pemerintah tidak mempertmbangkan terlebih dahulu jadi yang menjadi sasarannya adalah murid sedangkan guru menjadi bingung karena kurikumnya yang sering berganti tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: